Di Kawasan ini, TV Harus Mati Pada Sore Hari

Di Kawasan ini, TV Harus Mati Pada Sore Hari

Swaraguna -  Bila anda berkunjung ke kawasan Gunung Anyar Tambak tepatnya di perumahan Wisma Indah II, anda akan melihat sesuatu yang unik di dekat gerbang masuknya. Di dekat Pos Keamanan anda mungkin akan sedikit tertegun dengan tulisan yang tertera pada papan besar berwarna ungu tersebut. 

Tulisan pada papan tersebut ada 3 bagian, pada bagian pertama adalah : Selamat datang di kampung Soka RW VII Gunung Anyar Tambak. Pada bagian kedua adalah tulisan : Tamu 1x24 jam harap lapor RET/RW setempat. Sedangkan pada papan ke-tiga inilah yang mempunyai tulisan yang cukup unik, di situ tertulis : Matikan TV pada jam belajar (17.30 - 20.00).

Tulisan pada bagian 1 dan 2 di papan yang sangat menarik perhatian mata ini tentunya di tujukan bagi tamu yang akan masuk ke lingkungan RW VII Gunung Anyar Tambak ini. Namun pada papan bagian terakhir ini khusus di tujukan bagi warga di kampung yang identik dengan tanaman soka-nya ini.

Slamet Effendy, salah satu warga yang telah lama bernukim di perumahan Wisma Indah II ini menjelaskan bahwa papan himbauan untuk mematikan TV pada saat jam belajar telah di pasang sejak 2 tahun silam. Himbauan ini di pelopori oleh ketua RW VII yang saat itu di jabat oleh Bapak Sholikhin. "Pemasangan papan ini bertepatan dengan akan di mulainya tahun ajaran baru 2015" jelas Slamet. "Waktu itu pak Sholikhin ingin sekali anak-anak di kawasan ini mempunyai prestasi yang tinggi di bidang pendidikan" imbuhnya.

Menurut Slamet himbauan ini sangat terasa pada saat anak-anak sekolah di kawasan-nya mulai menerima rapot. Berdasarkan informasi yang beliau himpun dari tetangga sekitar, ternyata banyak orang tua yang membanggakan anaknya meraih ranking di sekolahnya. "Kalaupun tidak dapat rangking, nilai mereka sangat melonjak tajam" jelasnya. 

Ketika di tanyakan bagaimana pengawasan yang di lakukan pada saat jam tersebut di berlakukan, Slamet yang juga anggota dari KIM GAT-Media ini mengungkapkan, bahwa semuanya di lakukan secara online. Di wilayah RW VII Gunung Anyar Tambak ini rupanya telah terpasang pemancar wifi. Untuk menikmati wifi ini warga tidak di pungut biaya sedikitpun. Hal ini di karenakan ada kampung ini mendapatkan bantuan CSR dari Speedy Telkom dan salah satu perusahaan jaringan internet lokal.

Dengan fasilitas sinyal internet gratis ini, kemudian warga membuat grup WhatsApp (WA). Grup WA ini terbentuk dari tingkat RT, RW hingga Pkk. Dari grup WA inilah para warga akan saling mengingatkan apabila waktu sudah memasuki pukul 07.30wib. 

Monggo Bapak-Ibu, jam belajar sudah di mulai, TV harap di matikan !!!. Inilah salah satu pesan yang di tunjukkan oleh Slamet kepada Swaraguna. "Sebenarnya kalau sudah masuk jam belajar...orang tua juga ada gak enaknya, terutama bagi yang seneng sama sinetron India, hehehe" jelas Slamet. Meskipun demikian orang tua tetap harus mematuhi aturan yang telah di tetapkan.

Berkat adanya aturan inilah akhirnya Kampung Soka RW VII Gunung Anyar Tambak ini di nobatkan sebagai juara pertama dalam dalam lomba IKAS (Inisiasi Kampunge Arek Suroboyo). Bahkan Walikota Surabaya Tri Rismaharini sempat mengungkapkan kegembiraannya dengan adanya himbauan tulisan ini. Menurutnya hal ini akan sangat bagus apabila bisa di terapkan ke seluruh pelosok Kota Surabaya. 

Namun atruran mematikan TV ini tidak berlaku untuk hari Sabtu ataupun pada saat musim liburan sekolah. Pada masa tersebut TV bebas menyala. Tetapi karena anak-anak di kawasan ini sudah terbiasa tanpa TV pada sore hari, yang terjadi mereka selalu bermain di luar rumah. "Kalau malam Minggu di sini akan ramai oleh suara anak kecil" tutur Slamet. "Semua permainan anak-anak seperti gobak sodor, bentengan, petak umpet masih di mainkan oleh anak-anak pada malam minggu" tambahnya. (Yanuar Yudha) 
   
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar