Berkunjung ke UKM ala Pulau Pinang Malaysia


Berkunjung ke UKM ala Pulau Pinang Malaysia

Hari kedua di pulau Pinang, Swaraguna yang menjadi salah satu bagian delegasi Kementerian Kominfo, menjelajah beberapa tempat menarik di pulau Pinang. Diawali dengan menyusur pantai menuju kearah selatan, dengan naik bus, rombongan menyeberang menuju daratan semenanjung Malaka melalui jembatan kedua, jembatan yang ini menjadi jembatan terpanjang di Asia Tenggara.

Awal kunjungan ke K1M Simpang Empat yang berlokasi di Bukit Minyak, suatu kawasan di Tanah Besar negeri Penang yang dikhususkan untuk wilayah industri. K1M ini memproduksi furniture berbahan kayu-kayu hutan, diketuai oleh Tuan Jimmi, seorang mantan polisi yang memutuskan untuk terjun di dunia enterprenuer. Kebanyakan karyawan beliau berasal dari Jepara dengan sistem kerja kontrak selama 5 tahun. 

Kayu hutan yang tak terpakai menjadi bahan utama pembuatan furniture
Furniture multifungsi dan minimalis menjadi keunggulan produk K1M Simpang Empat

Rombongan berfoto dengan Tuan Jimmi, ketua K1M Simpang Empat

Jembatan Sultan Abdul Halim Muadzam Shah

Berlanjut mengunjungi kantor Jembatan Sultan Abdul Halim Muadzam Shah, dimana pusat kontrol aktivitas dan lalu lintas di jembatan kedua ini berada. Jembatan dengan panjang 26 km ini beroperasi sejak 3 tahun yang lalu, dan merupakan jembatan kedua yang dibangun untuk menghubungkan pulau Pinang dan daratan semenanjung Malaka. 

Control Room, pusat pantau operasional Jembatan Kedua

Bersama Tuan Haji Suhaimi (nomer 3 dari kanan), Pejabat Jabatan Sultan Abdul Halim

Nampaknya, rombongan kami kali ini dapat hadiah istimewa. Kami diijinkan berhenti untuk mengambil gambar di bentang jembatan.
Tamu spesial yang di ijinkan berfoto di bentang jembatan

K1M Pulau Betong

Perjalanan berlanjut menyusuri bagian barat daya Pulau Pinang. Tepatnya di daerah Pulau Betong, kami dijamu makan siang di satu wilayah desa nelayan oleh bupatinya Pulau Betong yaitu Y.B. Tuan HJ. Nordin Ahmad, Ahli Dewan Undangan Negeri Pulau Pinang Bayan Lepas Merangkap Ketua Penerangan UMNO Bahagian Balik Pulau (di Indonesia setara Bupati) dan beberapa  pengurus K1M Pulau Betong. Pulau Betong adalah suatu wilayah yang di Indonesia setara dengan kecamatan.

Delegasi Indonesia bersama K1M Pulau Betong Malaysia

Tepat disebelah tempat makan siang, kami berkunjung ke sebuah bangunan workshop tempat pembererdayakan orang yang mengalami keterbelakangan mental untuk membuat kerajinan kain tenun dan sabun. Gedung yang ditempati disupport oleh pemerintah setempat sedangkan pendanaan banyak melibatkan NGO (Non Goverment Organization). 

Di satu sisi ada kekurangan, namun ketelatenan menjadi keunggulan mereka
Dengan ketekunan mereka, produk yang bernilai tinggi dihasilkan
Souvenir unik dari kain hasil tenunan
Sabun yang dibuat dengan ramuan khusus, juga menjadi produk andalan 

Masih di desa yang sama, kami mengunjungi ke industri rumahan tempat pembuatan es krim. Usaha ini dimulai sejak 3 tahun yang lalu, dan lebih banyak melayani catering es krim untuk acara hajatan. Dan tempat ini adalah tempat yang menyenangkan, karena kami boleh makan es krim sepuasnya.
Ibu Ambar bersama pemilik Kuszie Cream

Es Krim Homemade dibuat dengan resep rahasia racikan sendiri


Bergerak beberapa menit dengan naik bus, kami berhenti di sebuah rumah yang memproduksi Jeruk Madu, kalau di Indonesia disebut dengan manisan buah. Aneka buah diolah, dalam rendaman gula dan dikemas dalam kemasan plastik yang siap dibawa sebagai buah tangan ke Indonesia. Buah salak yang enak sekali jika diolah menjadi manisan, ternyata didatangkan dari Indonesia, tepatnya daerah Medan. 
Jeruk Madu atau manisan buah

K1M Jeruk Madu yang mendapat bimbingan dari jabatan pemerintah setempat

Entopia, Penang Butterfly Farm

Perjalanan berlanjut menyusuri pulau Pinang wilayah barat menuju ke utara. Kami berhenti di tempat penangkaran kupu-kupu yang disebut Entopia, by penang butterfly farm. Tempat ini merupakan hunian dari berbagai macam jenis kupu-kupu dan merupakan tempat wisata edukasi yang bagus untuk mengenal metamorfosa kupu-kupu dan beberapa jenis serangga lainnya.
Entopia, Penang Butterfly Farm

Tempat penangkaran kupu-kupu, bagian atas tertutup  
Ratusan spesies kupu-kupu ada di tempat ini

Di ujung jalur menuju pintu keluar, disediakan galeri produk-produk khas yang bisa dijadikan buah tangan.
Galeri Souvenir
Negara serumpun, souvenirnya pun serupa dengan di Indonesia

Perjalanan siang itu, ditutup di teluk Bahaga sebuah teluk di pantai utara Pulau Pinang. Sambil menikmati pemandangan pantai, hidangan Mie Udang disajikan hangat membuat kami seakan tak akan kehabisan tenaga untuk melanjutkan acara jamuan malam hari yang masih cukup panjang. 

Mie Udang, khas Malaysia. Kuahnya mirip dengan kuah Tom Yam

Jamuan dengan Pemenang

Dan pada pukul 8 waktu Malaysia, kami diundang untuk jamuan makan malam dengan Presiden PEMENANG, Persatuan Melayu Pulau Pinang yang terbentuk sejak tahun 1927, bahkan sebelum Malaysia merdeka dari negara Inggris. (Rizki Rahmadianti)

Acara penutup lawatan hari kedua, bertemu dengan Presiden PEMENANG, Persatuan Melayu Pulau Pinang


Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar