Pinang yang Menawan Hati


Pinang yang Menawan Hati

Hari ketiga lawatan di pulau pinang adalah hari yang ditunggu-tunggu. Setelah hari sebelumnya mempelajari industri kecil di pulau pinang, berlanjut ke salah satu tempat wisata yaitu bukit bendera. Pulau pinang, sejak tahun 1970 mulai fokus pada industri dan pariwisata. Kedua bidang ini berkembang terus bahkan sampai saat ini, daerah-daerah baru terus dibuka untuk lokasi industri dan pariwisata.

Wisata Bukit Bendera

Dengan mengendarai bus, kami menuju bukit bendera sekitar 45 menit. Bukit bendera atau penang hill, dahulu disebut bukit strawberry karena memang banyak ditanami buah strawberry. Tempat ini berada di wilayah Georgetown, dan menyajikan wisata alam dan pemandangan pulau pinang dari atas bukit.

Untuk naik ke bukit bendera, kami menggunakan kereta api dengan jalur yang curam. Sangat mengasyikkan karena disepanjang perjalanan, kami disuguhi dengan pemandangan hutan tropis yang hijau dan segar. 
Tiket menuju bukit bendera, ada tarif yang berbeda-beda

Kurang lebih 5 menit berkendara kereta, kami tiba di stasiun atas dan mulailah pemandangan yang indah tersaji. Dari atas bukit, pemandangan kota di pulau pinang beserta lautnya terlihat begitu indah. 

Naik ke bukit bendera dengan naik kereta cepat cukup 5 menit saja

Jalur rel yang curam serta hijaunya pemandangan


Georgetown dan jembatan pulau Pinang nampak dari Bukit Bendera
Ada Sky Walk nya juga
Sky Walk menjadi favorit untuk mengambil gambar indahnya pulau pinang

Sepanjang puncak bukit bendera, selain hamparan kehijauan, juga terdapat tempat-tempat yang cocok untuk pasangan antara lain seperti gembok cinta dan spot-spot untuk foto yang menarik.
Antrian naik kereta, tanpa antri pakai fast lane. Harga tiket fast lane, 6 kali lebih mahal

Menuruni bukit bendera menuju stasiun bawah juga cukup menegangkan, terutama saat detik-detik berpapasan dengan kereta yang bergerak dengan arah berlawanan. Salah perhitungan beberapa detik saja, tabrakan antar kereta bisa saja terjadi.

Tentang Komtar

Dari bukit bendera, perjalanan kami berlanjut menuju Komtar, yaitu gedung tertinggi di pulau Pinang. Komtar adalah singkatan dari Kompleks Tun Abdul Razak yang merupakan gedung pusat pemerintahan dan mall center di bagian bawahnya.

Komtar dilihat dari daerah Chowrasta Market
Bagian depan Komtar
Georgetown dari lantai 40 gedung Komtar

Di lantai 40 gedung Komtar, delegasi Indonesia melawat ke kantor Jabatan Penerangan Malaysia negeri Pulau Pinang. Tuan Ishak yang menjadi pimpinan Japen pulau Pinang, menjelaskan tentang aktivitas informasi di pulau Pinang melalui sosial media facebook. 
Kantor Japen Malaysia Pulau Pinang
Tuah Ishak (kiri) dan Bp Hypo (kanan)

Dalam kesempatan tersebut, delegasi Indonesia juga sempat bercerita tentang facebook Kabar Surabaya yang menjadi sarana Kim Surabaya dalam memberikan informasi.
Kabar Surabaya yang ikut meng upload perjalanan Kim Surabaya ke Malaysia

Wisata Kota Tua

Georgetown memiliki lokasi kota tua yang dilindungi oleh Unesco dan diakui sebagai World heritage dikarenakan tempat ini sudah ada semenjak 200 tahun yang lalu dan memiliki berbagai bangunan bersejarah yang melambangkan keanekaragaman etnis di Penang. 
Kawasan ini cukup cantik karena memiliki Art street yang banyak dipakai untuk background foto.
Art street

Art Street

Art Street

Belanja di Chaorasta Market

Chaorasta market adalah nama satu wilayah di georgetown yang menyediakan barang-barang untuk buah tangan dengan harga yang terjangkau. Untuk berbelanja di tempat ini, sebaiknya jangan ragu untuk menawar untuk mendapatkan harga terbaik. Barang-barang yang dijual di tempat ini, selain dari Malaysia juga didatangkan dari Indonesia dan Thailand.


Sky Walk
Sebagai gedung tertinggi di Pulau Pinang, Komtar memiliki tempat yang menarik untuk dikunjungi. Lantai paling atas yang menyediakan lokasi sky walk diatas kaca. Untuk yang takut ketinggian, tidak disarankan kesini. (Rizki Rahmadianti)


Window of the top
Menuju lantai 68 dengan naik lift


Dari lantai 68

Bersama rombongan di sky walk Komtar


Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar