Walikota Risma Semprot PNS Yang Mengeluh

Walikota Risma Semprot PNS Yang Mengeluh

Swarguna - Sudah beberapa bulan ini para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada di Kota Surabaya di haruskan untuk masuk pada hari Sabtu. Pada hari Sabtu, mulai dari PNS yang di Kelurahan, Kecamatan dan dinas-dinas, terutama yang melayani kepentingan publik, di haruskan untuk masuk kerja. Hal ini seperti yang terjadi di lingkungan Kelurahan Rungkut Menanggal Kota Surabaya. Setiap hari Sabtu, selalu ada beberapa orang PNS yang siap melayani masyarakat, hingga pukul 14.00wib. 

Selain kantor Kelurahan dan Kecamatan, hal yang paling gampang terlihat adalah kantor Siola yang selalu terlihat sibuk dari hari Senin hingga hari Sabtu. Bahkan untuk pelayanan pengurusan e-KTP, kantor ini buka sampai malam hari. Ronny. Salah satu petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya (Dispendukcapil) menjelaskan, bahwa saat ini Dispendukcapil terbagi menjadi 3 shift. Shif yang paling malam akan buka hingga pukul 21.00wib. hal ini bisa di manfaatkan oleh masyarakat untuk mengurus surat-menyurat selepas mereka pulang dari kantor. 

Namun demikian, masuk pada hari Sabtu ini masih di rasakan berat bagi sebagian kecil PNS. Terkadang mereka mengeluhkan dan beberapa juga menanyakan tentang jam kerja yang mereka anggap melebihi ketentuan yang ada. Tentunya bukan hal yang mudah untuk merubah kebiasaan. Yang awalnya, mungkin hari Sabtu bisa di pakai untuk beristirahat, sekarang harus bekerja meskipun hanya setengah hari.

Berbagai keluhan dan "rasan-rasan" itu akhirnya sampai juga ke telinga Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. Oleh karena itu, pada hari Senin (9/10/2017) kemarin, Risma mengumpulkan PNS yang jumlahnya sampai ribuan tersebut ke halaman Balai Kota Surabaya. Acara ini di kemas dalam apel pagi. Di kesempatan ini Risma mulai menyampaikan arahannya. Yaitu agar para PNS bisa meningkatkan profesionalitas dan keloyalitasnya dalam melayani masyarakat.

Walikota Tri Rismaharini juga mengingatkan, bahwa saat pertama di angkat menjadi PNS, mereka telah di sumpah. "Sumpah yang kalian ucapkan di saat pelantikan dulu, bukan di hadapan saya, melainkan langsung di hadapan Yang Maha Kuasa dan masyarakat" ujarnya. "Nantinya sumpah tersebut haruslah dapat di pertanggung jawabkan di hadapan-Nya juga" sambungnya.

Teguran Walikota Risma ini rupanya dikarenakan banyaknya laporan-laporan yang masuk mengenai PNS yang mempertanyakan jam kerja yang harus di jalaninya. Termasuk ketika harus masuk pada hari Sabtu. 

Selama ini Walikota Risma juga cukup gerah, karena banyak laporan dari masyarakat yang masuk ke dirinya. Laporan ini berkaitan dengan pelayanan yang tidak optimal pada saat hari Sabtu. "Banyak masyarakat yang bisanya mengurus administrasi pada hari Sabtu, karena kalau hari biasa, gaji mereka bakalan di potong"jelas Risma. "Tolong ini bisa menjadi bahan renungan, kita ini abdi masyarakat, kita yang harusnya menyesuaikan dengan kondisi masyarakat,bukan malah sebaliknya"

Dalam arahannya ini, Walikota Risma juga menyinggung mengenai penghasilan yang di terima oleh PNS. Selain Gaji, para PNS ini juga telah mendapatkan TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) serta tunjangan-tunjangan lainnya. "Jadi jangan kalian hanya menuntut hak, hak dan hak saja, tunjangan ada namun tidak mau kerja lembur "singgung Risma. Dalam kaitan ini, tentunya Risma berharap agar PNS bisa lebih baik lagi dalam melayani masyarakat, terutama soal perizinan. 

Risma juga mengatakan, bahwa selama ini dirinya tidak pernah mengecek, pada jam berapa PNS masuk dan pulang. "Namun jika saya perlukan, anda harus siap dan tugas serte kewajiban yang anda emban harus selesai" tegas Risma. Dalam wejangan akhirnya, Risma juga berharap agar PNS tetap bisa melayani masyarakat dengan iklas dan tulus. "Melayani masyarakat adalah kewajiban kita sebagai abdi masyarakat". (Yanuar Yudha)
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar