Warga Surabaya Dan Pemkot Bahu-Membahu Menolong Suprijadi

Swaraguna - Warga Surabaya Dan Pemkot Bahu-Membahu Menolong Suprijadi - Pada siang hari ini (18/10/2017), Kota Surabaya sempat di hebohkan oleh suatu kejadian yang cukup memilukan. Bagaimana tidak, di siang yang cukup terik, terlihat pria paruh baya dengan sekuat tenaga mendorong sebuah gerobak kayu yang cukup besar. Isi dari gerobak tersebut bukanlah barang dagangan atau barang bekas, melainkan seorang anak berusia 14 tahun. Dan ternyata anak tersebut adalah buah hatinya sendiri yang menderita lumpuh di seluruh tubuhnya. 

Seringkali kita mendengar pepatah yang berbunyi bahwa "kasih orang tua sepanjang jalan dan kasih anak sepanjang galah". Ternyata pepatah itu terbukti pada hari ini (kemarin.red). Hal ini tampak nyata di depan mata, dimana seorang pria yang bernama Suprijadi (52 tahun) dengan tabah mendorong gerobak yang ukurannya cukup besar. Gerobak tersebut ternyata berisi anak kandungnya yang bernama Yanuar ( 14 tahun). Gerobak ini tampak di lengkapi dengan matras tipis, bantal dan guling. Jadi sekilas mirip tempat tidur. 

Tujuan mereka berdua ini adalah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Provinsi Jawa Timur, Dr.Soetomo Surabaya. Keberadaan Suprijadi dan Yanuar ini menjadi viral di Media Sosial setelah salah satu warga Kota Surabaya menggunggahnya di Facebook. 
"Maaf om admin melenceng, mohon bantuanx, seiklashx. Bpk ini mau nganter ankx ke krang mnjangn untuk kontrol dr medion dengan gerobakx cs ankx lumpuh. Ni no Bpkx 085604190729".  
Itu adalah pesan yang di tulis oleh yang mengupload pertama kali dan di sertai foto asli dari Bapak dan anak tersebut. 

Dalam waktu singkat, rupanya foto ini langsung mendapatkan ratusan tanggapan yang beragam dari warga Kota Surabaya. Hal ini tampak pada timeline media E-100 yang di miliki oleh radio Suara Surabaya. Seperti yang di ungkapkan oleh akun facebook dengan nama Dewa Ozora yang langsung berinisiatif untuk menyediakan mobil guna mengantar jemput sang Bapak dan anak ini dari Madiun ke Surabaya. lain lagi dengan akun atas nama Dwi P yang menyatakan berniat untuk menjadi sopir dan siap untuk menanggung ongkos bahan bakarnya.

Selain menawarkan transportasi, terdapat juga yang ingin menggalang donasi. Seperti yang di tulis akun atas nama Dandie Codot Laksono yang siap untuk memberikan donasi. Dan rupanya hal ini mendapatkan sambutan oleh warga Kota surabaya lainnya dengan bersedia untuk menyisihkan sebagian rejekinya guna keperluan Suprijadi dan Yanuar.

Berita tentang Suprijadi dan Yanuar ini ternyata juga sampai ke jajaran Linmas Kota Surabaya. Irvan Widianto selaku selaku Kepala Satpol PP Kota Surabaya menjelaskan, bahwa saat ini keduanya telah di antarkan ke rumah kerabat Bapak Suprijadi yang berada di Jalan Nanas Rw-3 RT-10 Geluran-Sepanjang. Tidak tanggung-tanggung, Kota Surabaya telah menerjunkan petugas Linmas, Satuan Petugas Satpol PP, PMI, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Satuan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) dan Dinas Pengendalian Penduduk. 

Setelah beristirahat di rumah kerabatnya, rencananya esok hari mereka berdua akan di jemput oleh Ambulance dari Dinas Kota Surabaya menuju ke RSUD Dr.Soetomo Surabaya. Berdasarkan keterangan dari Suprijadi, anaknya memang di haruskan untuk melakukan kontrol 2 minggu sekali ke rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut. 

Perjuangan yang di lakukan oleh Supijadi dan anaknya ini terbilang cukup luar biasa. Jarak antara Kota Surabaya dan Kabupaten Madiun tidaklah dekat. Apabila di tempuh dengan menggunakan bis antar kota ataupun mobil pribadi, bisa memakan waktu 5 hingga 6 jam. Selain itu kondisi lalu lintasnya juga cukup padat. Serta medan yang harus menanjak maupun turunan jika kita melewati Kota Nganjuk.
Semoga dengan terjalinnya kerjasama yang apik antara warga Kota Surabaya dan Pemerintah Kota Surabaya, kondisi Yanuar bisa secepatnya membaik dan bisa beraktifitas normal seperti anak seusianya. (Yanuar Yudha)
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar